Kumpulan Artikel Web PKS

Aneka artikel dan headline yang ada di berbagai website-webiste yang dikelola oleh kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera. Website-website yang dikumpulkan kami rangkum di dalam list disamping. Jika ada yang keberatan atau ingin menambah daftar list, silahkan menghubungi kami

My Photo
Name:

WordPress and Online Business Consultant

Kampanye One Man One Dollar to Sava Palestine

Sunday, August 27, 2006

PKS tidak Keberatan Jika Presiden Reshuffle Kabinet

Jakarta-RoL -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak keberatan jika Presiden melakukan evaluasi terhadap seluruh menterinya karena kebijakan untuk me-"reshuffle" (merombak kabinet) adalah wewenang Presiden.

"Dahulu sewaktu Presiden memilih menteri-menterinya dia berjanji akan melakukan evaluasi kinerja setiap tahun. Saya pikir sah-sah saja, itu hak prerogatif presiden karena para menteri kan pembantu presiden," kata Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring di sela-sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS di Jakarta, Minggu.

Menurut Tifatul, wacana reshuffle kabinet sebagai manuver politik adalah sesuatu yang sah. "Isu reshuffle ini kan dihembuskan oleh kawan-kawan dari Golkar, tahun lalu juga begitu, sebagai manuver politik ya sah-sah saja," ujarnya.

Tifatul menegaskan, mengenai isu reshuffle berulang kali PKS telah menyatakan sikapnya bahwa yang memegang "bola" adalah Presiden bukan partai. Lebih lanjut Tifatul mengatakan, evaluasi kinerja para menteri adalah sesuatu yang wajar.

Saat ditanya mengenai kesiapan PKS jika para menterinya direshuffle, Tifatul mengatakan bahwa hal itu bukan masalah bagi PKS. "PKS siap-siap saja kalau menteri-menterinya diganti. Kalau mau diganti ya silahkan saja," ujarnya, sekalipun mengaku bahwa hingga kini belum ada kepastian apapun mengenai isu reshuffle. "Belum ada permintaan dari presiden," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB Muhammad AS Hikam menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla sebaiknya lebih membenahi manajemen pemerintahan daripada melakukan perombakan kabinet.

"Menurut saya reshuffle itu tak terlalu penting karena inti persoalannya pada manajemen pemerintahan. Mau diganti berapa kali kalau manajemennya begini tidak akan ada perubahan," kata Hikam kepada pers di kantor DPP PKB Jakarta, Selasa (22/8).

Hikam menyatakan hal itu ketika diminta pendapatnya mengenai wacana perombakan kabinet yang belakangan ini kian santer dan bahkan beberapa nama menteri telah disebut-sebut akan dicopot atau digeser posisinya.

Dia mencontohkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin semasa menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai salah satu imbas dari manajemen pemerintahan yang kurang tertata baik.

Terkait kasus itu Presiden Yudhoyono memerintahkan agar pemeriksaan jalan terus, sementara Wapres justru menyatakan Hamid tidak bersalah. antara/pur
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?
id=262046&kat_id=23


sumber : http://www.pks-dukuh.org/


Baca Selengkapnya...

PKS Minta Pemerintah Tegas Soal Kasus Tibo Dkk

Jakarta-RoL -- Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring berharap Pemerintah secara tegas segera memutuskan kasus Tibo cs.

"Dalam reformasi hukum harus mengutamakan aturan hukum. Kasus Tibo dkk sudah melewati semua proses dari pengadilan negeri hingga grasi. Tibo ini di pengadilan terbukti membunuh 191 orang," kata Tifatul di sela-sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, keragu-raguan Pemerintah dalam bertindak atau memutuskan terlihat dalam sejumlah kasus yang hingga kini belum ada keputusan, seperti kasus Tibo dkk dan sengketa pemerintahan daerah Lampung.

Tifatul menegaskan, keputusan tegas Pemerintah diperlukan bukan untuk menunjuk kasus tertentu atau mengaitkan dengan kasus lain namun karena sebagai negara hukum maka Indonesia harus menghormati hukum.

"Kita percaya kepada proses hukum. Indonesia adalah negera berdaulat, keputusannya tidak boleh dicampuri oleh pihak-pihak lain, baik dalam atau luar negeri," ujarnya.

Saat diminta komentarnya atas desakan sejumlah pihak untuk menghapus hukuman mati, Tifatul mengatakan bahwa perubahan konstitusi atau Undang-Undang boleh saja dilakukan jika ada parameter yang jelas."Silahkan saja namun harus ada parameter yang jelas," katanya.

Sementara itu pekan lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda mengatakan, Indonesia menerima keberatan maupun seruan anti-hukuman mati dari dunia internasional, termasuk dari Tahta Suci Vatikan serta sejumlah negara Eropa, terkait rencana pelaksanaan hukuman mati bagi Tibo cs, terdakwa kasus kerusuhan Poso.

Hassan mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak terganggu dengan berbagai keberatan ataupun seruan anti-hukuman mati yang diterima dan menyatakan Indonesia sendiri akan selalu siap menjelaskan kapan saja tentang pelaksanaan hukum mati di Indonesia.

Sedangkan Ketua DPR Agung Laksono menyatakan, penundaan terhadap eksekusi Tibo cs merupakan kewenangan pemerintah."Surat itu (Vatikan --red) tak akan menjadi persoalan buat ekseksi Tibo," katanya.

Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu--ketiganya terpidana mati kasus kerusuhan Poso di Sulawesi Tengah (Sulteng), dijadwalkan akan menghadapi regu tembak pada Jumat tengah malam (WIB)atau hari Sabtu (12/8) pukul 00:15 waktu setempat, namun ditunda. Tibo dan kedua rekannya menurut Pengadilan Negeri Palu merupakan pelaku utama kasus penyerangan. antara/pur
http://www.republika.co.id/
online_detail.asp?id=262060&kat_id=23


sumber : http://www.pks-dukuh.org/


Baca Selengkapnya...

PKS Minta DPR-RI Bentuk Tim untuk Bebaskan Anggota Parlemen Palestina

Jakarta-RoL -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta agar DPR-RI membentuk tim guna melakukan upaya diplomasi pembebasan anggota parlemen Palestina yang ditahan Israel melalui Lembaga Parlemen Dunia.

"Agenda tersebut hendaknya juga dimasukkan dalam Pertemuan Lembaga Parlemen Asia di Filipina pada September mendatang," kata Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring di sela-sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PKS di Jakarta, Ahad.

PBB dan dunia internasional, kata dia, hendaknya melepaskan dan menghentikan aksi penangkapan terhadap tokoh-tokoh dan pejabat-pejabat pemerintahan Palestina termasuk Ketua Parlemen Palestina yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Selain menyerang masyarakat sipil, Israel juga menangkap sejumlah pejabat Palestina setelah satu kelompok gerilyawan Palestina menangkap seorang prajurit Israel sehingga konflik tersebut menjadi berkepanjangan.

"PKS menuntut kepada PBB dan masyarakat internasional untuk menyelesaikan masalah Timur Tengah secara adil dan obyektif serta mengutuk keras masih terjadinya pemboman dan penghancuran di Palestina dan Lebanon hingga kini," katanya.

PBB, lanjut dia, hendaknya melindungi warga sipil Palestina dari pembantaian Israel, tidak hanya terfokus kepada proses gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel saja.

Dukung Sikap Pemerintah
Pada kesempatan itu Tifatul juga menyatakan bahwa PKS mendukung sikap Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda untuk tidak mengirimkan pasukan ke Lebanon jika tugasnya terkait dengan pelucutan senjata.

Menurut PKS, Hizbullah sebagai warga Lebanon memiliki hak untuk mempertahankan diri dari agresi Israel. Sementara itu anggota DPR-RI dari PKS Lutfi Hassan Ishaq, yang baru saja kembali dari Lebanon pada Sabtu sore (26/8), mengatakan bahwa sekalipun telah ada gencatan senjata namun situasi di Lebanon belum jauh berbeda.

"Suasana masih hangat dan masih ada mobilisasi pasukan. Ini bukan perdamaian baru gencatan senjata. Suasana masih berkabung, perdagangan belum pulih, pasokan listrik dan air bergiliran," katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa pasukan Indonesia dan sejumlah negara Asia lainnya diperlukan di Lebanon untuk mengimbangi pasukan Eropa.

"Dengan adanya pasukan dari negara-negara bekas jajahan maka akan muncul empati berbeda dengan pasukan-pasukan dari negara-negara bekas penjajah seperti Eropa," katanya. antara/pur
http://www.republika.co.id/
online_detail.asp?id=262070&kat_id=23


sumber : http://www.pks-dukuh.org/


Baca Selengkapnya...

Maju Jadi Cagub DKI, Adang Siap Mundur dari Wakapolri

Ramdhan Muhaimin - detikcom
Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Adang Daradjatun menyatakan optimismenya akan menjadi jago Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pencalonan gubernur DKI Jakarta. Bahkan, Adang juga menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakapolri.

Pengunduran diri tersebut akan dilakukan jika dirinya sudah menerima surat resmi dari PKS.

"Saya sudah bilang saya tidak mau menyalahi aturan. Di dalam PP tentang pemilihan ada aturan pejabat negara apabila kampanye dia harus mengundurkan diri. Untuk saya semua akan saya penuhi. Saya sebagai anggota Polri kalau saya melanggar aturan, itu suatu hal yang tidak terpuji", ujar Adang.

Hal tersebut disampaikan Adang di sela-sela acara Haul Haji Boan bin Haji Bengkok di jalan Cilandak KKO 5 Ragunan, Jakarta, Minggu (27/8/2006).

Adang juga menganggap dirinya sudah pasti menjadi calon yang diajukan oleh partai yang berdiri tahun 1998 ini.

"Untuk saya pernah ditanya bagaimana saya tentang pencalonan. Kalau saya seratus persen mencalonkan diri sebagai gubernur DKI, saya siap. Yang penting bahwa sudah disampaikan secara lisan dari Tri (Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana), jadi bukan kemungkinan lagi, tapi besar kemungkinan," bebernya.
(fjr)

http://www.detiknews.com/index.php/
detik.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/
27/time/223038/idnews/663070/idkanal/10


sumber : http://www.pks-dukuh.org/


Baca Selengkapnya...

DPP PKS Belum Tetapkan Adang sebagai Cagub DKI

Ari Saputra - detikcom
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih menimbang-nimbang nama Komjen Adang Darajatun sebagai cagub DKI Jakarta. Nama Adang masih sebatas usulan saja.

Hal tersebut disampaikan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dalam jumpa pers usai Rapimnas di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (27/8/2006).

"Pak Adang baru usulan dari DPW, belum ditetapkan DPP PKS. Lagi pula Pak Adang
masih aktif sebagai Wakapolri," kata Tifatul.

Pilkada Banten

Tifatul juga mengatakan artis sekaligus politisi PDIP, Marissa Haque, semakin mantap menjadi Cawagub Banten usulan PKS. Marissa siap menghadapi semua risiko.

"Soal konflik Marissa dengan PDIP, saya sudah bertemu Ibu Marissa. Dia mengatakan akan menyelesaikan sendiri masalah itu. Dia juga bilang siap menghadapi segala risiko," ungkap Tifatul.(djo)

http://www.detiknews.com/index.php/
detik.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/
27/time/200824/idnews/663066/idkanal/10


sumber : http://www.pks-dukuh.org/


Baca Selengkapnya...

PKS Siap Tampung Marissa Haque

Kris Fathoni W - detikcom
Jakarta - Pencalonan Marissa Haque sebagai cawagub Banten oleh PKS sempat membuat gerah PDIP. PKS pun siap menampung Marissa yang kader PDIP itu jika ia dipecat dari partainya.

"Kalau akhirnya dipecat dan dia ingin masuk PKS ya silakan. Semua tergantung dari Marissa, inisiatif dia saja," tutur Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam jumpa pers terkait rapimnas di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8/2006).
Tifatul juga menjelaskan, pencalonan artis cantik itu bukan karena ada koalisi antara PKS dengan PDIP, karena Marissa sendiri yang selama ini berinisiatif mendatangi PKS.

"Setelah gagal mengikuti konvensi PDIP baru Marissa Haque mengikuti konvensi PKS. Kami tanya apa dia siap jadi cawagub, dia jawab siap. Jadi ini bukan pembicaraan antar partai. Marissa-lah yang datang ke PKS," ungkap Tifatul.

Marissa, imbuh Tifatul, sudah siap dengan segala konsekuensi yang harus ditanggungnya sebagai dampak pencalonan dirinya oleh PKS. "Dia bilang siap, bahkan kalau dipecat. Tapi kami juga siap berdialog dengan PDIP agar tidak terjadi salah paham nantinya," kata dia.

Dalam Pilkada Banten, Marissa berduet dengan kader PKS, Zulkifliemansyah.(umi)

http://www.detiknews.com/index.php/
detik.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/
24/time/173354/idnews/661461/idkanal/10


sumber : http://www.pks-dukuh.org/


Baca Selengkapnya...

Saturday, August 26, 2006

Indonesia's Muslim party widens its appeal

By Peter Gelling International Herald Tribune

DEPOK, Indonesia Nurmahmudi Ismail brought the whispering gossip of more than 300 colorfully attired Muslim women to an end when he sprang out of his small truck and waded through the crowd, greeting fans along the way.

All eyes were fixed on him as he spoke eagerly about the importance of education, and alternated between humorous stories and the most serious point of his agenda - halting corruption.

Nurmahmudi, 44, is the newly elected mayor in this important satellite city of Jakarta where college students and a large, conservative Muslim constituency live side by side. He won on a platform of strict Islam and clean government, a combination that is the essence of Indonesia's fast rising Islamic party, The Justice and Prosperity Party.

"These women need to know that they have to play a part in ensuring their government is responsible," Nurmahmudi said. "I told them to tell my office if they think they are being treated unfairly or are victims of corruption."

The Justice Party is relying on the U.S.-educated Nurmahmudi to show the rest of Indonesia that it can more quickly improve living standards than the secular-based parties that have failed to tackle all-pervasive corruption.

Next year, Jakarta, a crumbling city of 13 million where the very poor fight for survival among a thin crust of exceedingly rich, will hold its election for mayor. The Justice Party, with its eye on the presidential elections in 2009, is out to win.

The victory in Depok was a major jolt for the political establishment and a victory in Jakarta next year, would send an unmistakable message about the party's appeal, said Muhammad Qodari, research director and political analyst at the Indonesian Survey Institute.

"Winning Jakarta would bring the party national attention and it could then promote their leadership in Jakarta and Depok all over the country," he said.

The Justice Party leaders said they know that making an impression on Jakarta's diverse electorate will mean moderating the party's staunch Islamic principles and amplifying its fight against corruption.

Through methodical campaigning of the kind that helped Nurmahmudi win Depok, the Justice Party has made steady strides in the last few years. In the 2004 Parliamentary elections, it won more than 7 percent of the vote, up from less than 2 percent in 1999. The party was one of only two to increase its votes. One of its senior officials, Hidayat Nur Wahid, is now the leader in the People's Consultative Assembly, a useful high-profile position for the party.

The party has already begun campaigning for the big prize, the Jakarta mayoralty. The chief of the Jakarta chapter, Triwisaksana, has encouraged members to reach out to non-Islamic voters, especially the large and economically powerful Christian, ethnic- Chinese population.

Depok and Nurmahmudi are a kind of test run for the Jakarta race, an effort to show there is little to fear in the rule of an Islamic party.

"It is not enough to say we are moderate we have to demonstrate it," said Zulkieflimansyah, a party leader and member of Parliament. "Nurmahmudi will prove that we can talk not only about morality but that we mean business as well - anti-corruption and transparency is good for Muslims and non-Muslims alike."

With this in mind, the new mayor of Depok, the seat of the nation's prestigious University of Indonesia, is ever- present in his community.

Nurmahmudi spoke to the 300 women, members of an Islamic education group, for nearly two hours, not missing a beat even as sweat began to pour down his forehead. He told them exactly how much they should pay for a national identification card, the cost of which is often inflated by corrupt bureaucrats. If they were charged too much, they should report to him, he said.

By 10 a.m. he was back at his office meeting with civil servants. At 12:30 p.m., he broke for noon prayers. After work, he held an open house for constituents.

Nurmahmudi earned a Ph.D. in poultry science at Texas A&M University, and it was there that he became impressed with the American school system.

He said he hoped to promote a similar system in Depok.

He was also impressed with the American highway system. The potholed roads of Depok are famous, even among the decrepit roads of most of the country. But before filling in potholes, Nurmahmudi's first priority, something he thinks will lead the way to many other improvements, is transforming the culture of government.

"My dream is that my staff changes their orientation from thinking they are people of power to thinking they are servants of the people," he said.

Nurmahmudi's election was especially sweet for the Justice Party because he defeated the more powerful and established Golkar party candidate.

Still, even as Nurmahmudi takes hold of Depok, some voters are suspicious of the Party's Islamic principles.

The party is playing a leading role in promoting a sweeping anti-pornography bill that calls for women to wear long-sleeve clothing and bans risqué publications and artwork. Last month, the party staged protests alongside more radical Islamic groups condemning Danish cartoons depicting the Prophet Muhammad.

Progressive, younger leaders in the party, many of whom were educated in the West, try to convince skeptics that Islamic law is not viable in Indonesia, which has a secular Constitution.

But while courting nonreligious voters, the Justice Party risks alienating its traditional followers who are concerned that its political pursuits are detracting from its original mission of instructing Muslims about Islam.

Nurmahmudi seems to straddle the two camps. Islam plays a "very important" part in government, he said.

"Voters still don't know what to think of the Justice Party, are they moderate or are they conservative?" Qodari said. "Nurmahmudi will show what the true face of the Justice Party is."

http://www.iht.com/articles/2006/03/20/news/indo.php#


sumber : http://www.pks-kebayoranbaru.org/


Baca Selengkapnya...

Aduan 6 CPNS titipan, Wali akan minta klarifikasi FPKS

MARGONDA, MONDE : Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan akan meminta klarifikasi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) terkait laporan FPKS yang menyatakan ada enam nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2006 yang diduga lulus test dikarenakan titipan.

“Saya akan terlebih dulu bertemu [FPKS] untuk mengklarifikasi mengenai temuan itu,” ujar Nur Mahmudi, ketika diminta tanggapan Monde, kemarin, terkait surat FPKS kepada Walikota yang menyatakan ada 6 CPNS titipan yang lulus tes. FPKS menyampaikan laporan itu pada Jumat (17/3)

Walikota mengaku sudah membaca surat laporan itu. Namun dirinya harus meminta penjelasan atas informasi yang diperoleh FPKS.

“Saya harus mendapatkan penjelasan, secepatnya agar informasi tersebut jelas karena yang mendapatkan data itu adalah FPKS,” ujarnya.

Dia menjelaskan, semuanya harus dikaji berdasarkan atas aturan, mulai dari formasi, kompetensi, dan lain-lain.

Berdasarkan data FPKS, ke enam nama CPNS titipan berasal dari kelompok test CPNS tenaga kontrak (Tekon) di berbagai posisi, seperti dinkes (1), Setda (3), umum (1), dan ekonomi (1).

Sekretaris FPKS Muttaqin mengatakan kalau hal tersebut dibiarkan akan merusak citra Pemkot padahal ini kesalahan panitia. Muttaqin meminta kepada Walikota untuk mendiskualifikasi keenam CPNS itu.

Muttaqin menilai, panitia terlalu nekat mengelabuhi Walikota dengan cara manipulasi usia masa kerja, tekon fiktif atau masuk ke tenaga medis yang otomatis bisa diterima (Monde 18/3).(apk)

http://monitordepok.com/berita,7976,berita-utama.html


sumber : http://www.pks-kebayoranbaru.org/


Baca Selengkapnya...

Thursday, August 24, 2006

LDK Akhwat DPC PKS Setiabudi

PKS JakSel : Anggota PKS sebenarnya lebih didominasi laki-laki dengan komposisi 49% wanita dan 51% laki-laki. Namun jika dilihat dari perolehan suara 2004 yang lalu, maka suara dari kalangan wanita jauh lebih besar. Artinya masih sangat banyak dari kalangan wanita Indonesia yang ingin bergabung bersama PKS, namun belum ada kesempatan atau peluang. Ini juga berarti bahwa lahan dakwah di kalangan wanita sangat terbuka luas. Demikian yang disampaikan Ibu Hj. Anis Byarwati, S.Ag, pada LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) Akhwat yang diselenggarakan oleh DPC PKS Setiabudi.

Dibuka pada pukul 08.30 WIB, LDK Akhwat DPC PKS Setiabudi ini diikuti oleh 44 kader akhwat dari 8 DPRa di lingkup kerja DPC PKS Setiabudi. LDK Akhwat ini diadakan dengan maksud untuk mempersiapkan kader-kader akhwat untuk mengisi pos-pos amanah struktural baik di lingkup DPC maupun di lingkup DPRa masing-masing.

Pelaksanaan LDK yang bertempat di Yayasan Darul Ulum, Pedurenan, 30 Juli 2006 yang lalu ini terdiri dari 5 sesi. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan taujih dari Ibu Hj. Anis Byarwari, S.Ag. Dalam taujihnya Ibu Anis menyampaikan tiga hal penting, 1) bahwa kekuatan dakwah kita terletak pada unggulnya keshalihan ma'nawy atau keshalihan ruhiyahnya; 2) bahwa dakwah ini menuntut kita untuk mengajak orang lain, menyeru orang lain atau dengan kata lain dakwah in harus MEREKRUT, karena sejatinya kita ini adalah hasil dari rekrutmen dakwah juga; 3) bahwa apa yang kita berikan kepada Allah, maka itulah kira-kira apa yang akan kita dapatkan dari makhlukNya, sehingga pencapaian-pencapaian dakwah sesungguhnya akan sebanding dengan sejauh mana kedekatan kita kepada Allah SWT.

Sesi kedua dan sesi keempat diisi oleh trainer-trainer dari TRUSTCO; Ibu Novita Kurnia Dewi dan Ibu Anggraeni. Sesi TRUSTCO ini mengajak peserta untuk terlibat aktif dalam permainan-permainan dan simulasi yang memberikan banyak pencerahan kepada peserta. Hal terpentingnya adalah bahwa siapa saja bisa menjadi pemimpin dengan syarat awal berupa KEMAUAN. Pekerjaan besar selanjutnya adalah BERLATIH, karena sebuah pelajaran yang sudah kita pahami bersama, ala bisa karena biasa. Kemudian disempurnakan dengan KOMITMEN, karena pada dasarnya ketika komitmen sudah bulat dan kuat, kita akan terdorong untuk berkreasi sedemikian rupa sehingga komitmen dan amanah kita terpenuhi. Sesi ini menjadi penting karena sebagian peserta juga adalah para ummahat yang notabene memiliki amanah keluarga yang juga tidak sedikit.

Ibu Netty Prasetiyani yang mengisi pada sesi ketiga, memberikan taujih seputar tujuan-tujuan dakwah PKS dan mengingatkan peserta tentang Visi PKS 2009, Menjadi Partai Dakwah yang Kokoh untuk Memimpin dan Melayani Bangsa. Ibu Netty juga memaparkan tentang mihwar-mihwar dakwah yang sudah, sedang, dan akan kita jalani. Selanjutnya beliau banyak membahas tentang bagaimana menjadi qiyadah dan jundi yang baik. Beliau menekankan bahwa leadership tidak akan cukup, tapi harus dibarengi dengan adanya fellowship. Saling sinergi antara al-qiyadah mukhlishah dan al-jundiyah muthii'ah adalah sebuah kemutlakan untuk sebuah amal jama'i yang baik.

Sesi terakhir yang merupakan sesi Wawasan Setiabudi diisi oleh Ketua DPC, Bapak Adhi Susanto, S.Kom dan Ketua Seksi Kewanitaan, Ibu Muchtaromah, S.Ag, dalam diskusi panel. Jika Ketua DPC banyak menyampaikan tentang sejarah dakwah PKS (dan PK) dari periode kepengurusan pertama sampai ke kepengurusan beliau sendiri, maka Ketua Seksi Kewanitaan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaparkan visi, misi, program kerja, dan arahan-arahan dakwah Kewanitaan DPC PKS Setiabudi.

LDK ini pun ditutup dengan pembagian lembar Kontrak Dakwah yang kemudian ditandatangani peserta dengan suka rela dan penuh kesadaran. Poin penting dari Kontrak Dakwah ini adalah bahwa alumni-alumni LDK Akhwat DPC PKS Setiabudi ini bersedia untuk memberikan komitmen tinggi dan kontribusi optimal bagi dakwah PKS di lingkungan Setiabudi. Allahu akbar! (siska)


sumber : http://www.pks-jaksel.or.id/


Baca Selengkapnya...

Al-Qur’an dan Pensikapannya

Jika kita melihat kebelakang pada awal permulaan Islam, sekelompok kecil manusia dimana sosok Muhammad saw.yang menjadi penyeru mereka menuju keimanan, diantara mereka yang telah beriman adalah Khadijah (isteri), Abu Bakar (sahabat),Ali (sepupunya) dan Zaid (budaknya).Kita dapati bahwa Al-Qur’an pada saat itu menjadi faktor yang amat berpengaruh sebagai salah satu wahana untuk membina keimanan orang-orang pertama yang masuk Islam.

Pada saat itu Rasulullah saw. Dan pengikutnya belum memiliki daya tahan yang kuat.Disaat seperti ini Islam membutuhkan sosok kader da’wah yang tangguh, maka Umarlah orangnya. Kisah berimanya Umar banyak riwayat yang menceritakanya, salah satunya berasal dari riwayat Atha dan Mujahid yang dikutip oleh Ibnu Ishaq dari Abdullah bin Najih “ aku dulunya amat menjauhi Islam.Aku suka mabuk-mabukan ketika jahiliyah.kami mempunyai majelis tempat berkumpul kaum pria bangsa Quraisy … Suatu saat aku hendak berkumpul dengan teman-temanku disana, namun tidak seorangpun disana.Maka aku berkata,’maka aku harus menemui si Fulan penjual khamar’ maka akupun segera bergegas untuk menemuinya,tetapi aku tidak mendapatinya.Lalau akupun berujar kembali,’ mungkin aku harus ke Ka’bah untuk melakukan Thawaf disana sebanyak 7 atau 70 kali!, maka akupun datang ke masjid untuk melakukan thawaf di Ka’bah, ternyata disana ada Rasulullah saw. Sedang berdiri melakukan shalat, saat itu shalat menghadap ke negeri Syam (Masjidil Aqsha) dan ia menjadikan Ka’bah diantara dirinya dan negeri Syam.Beliaupun berdiri diantara dua rukun (tiang Ka’bah) rukun Aswad dan rukun Yamani.aku berkata saat aku melihatnya,’Demi Allah, kalau saja nanti malam aku mendengar apa yang akan dibaca oleh Muhammad, dan terbersit dalam hatiku kalau aku sudah mendekat ke arah Muhammad dan mendengarkan apa yang ia baca pasti ia akan aku kagetkan.’Akupun menghampirinya dari balik al-Hajar (Hajar Aswad), akupun masuk dari balik kain Ka’bah, tidak ada jarak diriku dengan Muhammad kecuali hanya dibatasi dengan kain Ka’bah saja, saat aku mendengar Al-Qur’an maka luluh hati hingga membuat aku menangis, sejak saat itu aku masuk Islam.

Namun ada juga kisah yang dituturkan oleh Ibnu Ishaq, yang kesimpulanya bahwa’Umar keluar dari rumahnya dengan menghunus pedang mencari Rasulullah saw.Umar ditemani oleh para sahabatnya yang berjumlah hampir 40 orang terdiri dari pria dan wanita yang berkumpul disebuah rumah dekat bukit Shafa.Di tengah jalan ia bertemu dengan Naim bin Abdullah yang bertanya kepada Umar hendak kemana ia.Umar lalu memberitahukan Naim tentang maksud dan tujuanya. Lalu Naim mengingatkan Umar akan bahaya berhadapan dengan bani Abdi Manaf dan ia mnegajak Umar untuk kembali ke rumah dan mengurungkan niatnya, karena iparnya yang bernama Said bin Zaid bin Amr dan isterinya yang bernama Fatimah binti Khatab telah keluar dari agama mereka.Maka Umar pun bergegas hendak menemui mereka berdua, ternyata disana ia mendengar seseorang yang membacakan Al-Qur’an kepada mereka berdua. Umar segera merangsek masuk kedalam rumah dan langsung mencengkeram Said dan isterinya yang masih adiknya sendiri… kemudian Umar merebut sebuah lembaran kertas setelah perdebatan lama, dan ternyata di dalamnya terdapat surat Thaahaa.

Setelah membaca sepenggal dari surat tersebut , Umar berkata “betapa indah dan mulianya kalimat ini” lalu ia pun pergi untuk menemui Nabi saw.dan ia mengumumkan keislamanya. Maka Nabi saw.bertakbir untuk memberitahukan penghuni rumah dan para sahabatnya bahwa Umar telah masuk Islam. Seluruh riwayat sepakat bahwa Umar mendengar atau membaca sepenggal ayat Al-Qur’an seolah-olah hal ini yang mengajaknya untuk memeluk Islam. Selanjutnya mari kita melihat sosok lain, sosok yang tidak kalah terkenalnya dari Umar, sosok yang dijuluki dermawan kota Mekah yaitu Al-Walid ibnul Mughirah. Ada beberapa riwayat tentang berpaling (tawalli) nya al-Walid ibnul Mughirah yang ringkasnya Al-Walid ibnul Mughirah mendengarkan beberapa ayat Al-Qur’an yang hampir membuat hatinya luluh. Maka kaum Quraisy berkata,”Demi Allah, Walid sudah keluar dari agama kita dan semua kaum quraisy akan keluar dari agamanya.” Maka kaum quraisy mengirim abu Jahal kepada Walid untuk mengingatkan kembali akan kemuliaan diri dan keturunan Walid serta hartanya.Abu Jahal meminta kepadanya untuk mengomentari Al-Qur’an sehingga kaumnya mengerti bahwa sebenarnya Walid benci kepada Al-Qur’an. Lalu Walid berkata “apa yang harus aku komentari? Demi Allah tidak seorang pun diantara kamu yang lebih mengerti tentang syair daripada aku, demi Allah tidak ada perkataan seorang pun yang menyerupainya. Demi Allah ucapan dalam Al-Qur’an itu amat manis dan indah, bacaan tersebut bisa mengalahkan semua yang ada dibawahnya dan dia mampu mengungguli segalanya.

Abu Jahal lalu berkata, “Demi Allah kaummu tidak akan puas sehingga engkau berkomentar tentang Al-Qur’an.” Lalu Walid berkata ,”kalau begitu biarka aku berfikir sejenak, saat berfikir ia mengatakan,”in hadza illa sikhrun yu’tsar” Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari, apakah kalian tidak melihat bahwa ia mampu memisahkan seorang suami dari istrinya dan dari keturunanya.(dari Sirah Ibnu Hisyam dan beberapa riwayat lain)

Hal ini terekam abadi di dalam Al-Qur’an surah al-Mudhasir : 18-28)

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yangditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "(Al Quraan) ini tidak lain hanyalah sihiryang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan(*).

[*] Yang dimaksud dengan "tidak meninggalkan dan tidak membiarkan"ialah apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya sampai binasakemudian dikembalikannya sebagai semula untuk diazab kembali. Ikhwafillah, dari kisah diatas terlihat bertemunya dua kisah yaitu kisah keimanan dan kekufuran. Bagaimana Umar dapat merasakan betapa menggelora hatinya manakala dia bertemu dengan Al-Qur,an, tidak ada yang mempengaruhi dan tiada pula yang mengajarinya, namun serta merta hatinya tunduk pada kebenaran Al-Qur’an.

Bagaimana dengan Walid al-Mughirah? Dia terbelenggu dan terkungkung akibat kesombongan yang ia miliki, dia merasa bangga dengan nasab, harta serta keturunanya. Kedua tokoh ini menjalani alur hidup yang berbeda, yaitu beriman dan kufur, namun dari kedua kisah diatas keduanya telah melalui satu titik yang sama yaitu titik pengakuan atas kebenaran dan keagungan kandungan Al-Qur’an baik dari segi makna dan bahasanya.

Ikhwatifillah, sungguh Al-qur’an itu mempunyai daya magic yang luar biasa, kalau kita melihat kebelakang bagaimana orang-arang Qurays yang mengatakan “ janganlah kalian dengarkan Al-qur’an ini dan olok-oloklah Al-qur’an tersebut agar kalian menjadi menang.” Sungguh ayat ini menunjukkan rasa ketakutan yang luar biasa akibat pengaruh Al-qur’an pada jiwanya, demikian juga sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, yang membacakan satu atau dua ayat kepada sahabatnya yang menyebabkan jiwa mereka menjadi tunduk, hati mereka menjadi khusu’ dan orang-orang yang takut pada Tuhannya menjadi bergegas untuk memenuhi panggilanNya.

Diakhir bahasan kita, mari kita lihat beberapa ayat dalam Al-qur’an dimana ayat tersebut demikian besar pengaruhnya pada hati mereka, ada yang bercucuran air matanya, ada yang menyungkur dan bersujud dan ada yang demikian hebat rasa takutnya hingga gemeter kulit orang-orang yang mengingat Allah. Dalam sebuah ayat diceritakan tentang orang Yahudi dan Nasrani

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orangYahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialahorang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang nasrani".Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul(Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkankebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitabmereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telahberiman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi(atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad s.a.w.).(Qs.5,Al Maidah :82-83)

Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama sajabagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnyaapabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas mukamereka sambil bersujud, dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi".Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'. .(Qs.17, Al-Isra: 107-109)

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang[*], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.(Qs.39, Az-zumar: 23)

[*]. Maksud berulang-ulang di sini ialah hukum-hukum,pelajaran dan kisah-kisah itu diulang-ulang menyebutnya dalam Al Quraan supaya lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap. Sebahagian ahli Tafsir mengatakan bahwa maksudnya itu ialah bahwaayat-ayat Al Quraan itu diulang-ulang membacanya seperti tersebut dalam Mukaddimah surat Al Faatihah.

Ikhwatifillah, Al-qur’an adalah Qalam Allah yang Agung, yang indah yang mengandung petunjuk hidup, semua manusia yang membacanya dengan bacaan yang benar, meresapi dan merenungkan ma’nanya, maka semua hati akan mengakui kebenaran dan tunduk padanya, hanya saja yang muncul kepermukaan kadang berbeda dengan apa yang ada di dalam hati, ada yang langsung tunduk dan beriman adapula yang ingkar lalu tetap pada kekafirannya. Jadilah kita orang yang membaca dan mendengarkan Al-qur’an dan selalu tetap bermohon kepada Allah agar hati kita tunduk padanya.

Suripan Soleh

Ketua PIP PKS Qatar


sumber : http://pks-qatar.org/


Baca Selengkapnya...