Kumpulan Artikel Web PKS

Aneka artikel dan headline yang ada di berbagai website-webiste yang dikelola oleh kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera. Website-website yang dikumpulkan kami rangkum di dalam list disamping. Jika ada yang keberatan atau ingin menambah daftar list, silahkan menghubungi kami

My Photo

WordPress and Online Business Consultant

Kampanye One Man One Dollar to Sava Palestine

Saturday, August 26, 2006

Indonesia's Muslim party widens its appeal

By Peter Gelling International Herald Tribune

DEPOK, Indonesia Nurmahmudi Ismail brought the whispering gossip of more than 300 colorfully attired Muslim women to an end when he sprang out of his small truck and waded through the crowd, greeting fans along the way.

All eyes were fixed on him as he spoke eagerly about the importance of education, and alternated between humorous stories and the most serious point of his agenda - halting corruption.

Nurmahmudi, 44, is the newly elected mayor in this important satellite city of Jakarta where college students and a large, conservative Muslim constituency live side by side. He won on a platform of strict Islam and clean government, a combination that is the essence of Indonesia's fast rising Islamic party, The Justice and Prosperity Party.

"These women need to know that they have to play a part in ensuring their government is responsible," Nurmahmudi said. "I told them to tell my office if they think they are being treated unfairly or are victims of corruption."

The Justice Party is relying on the U.S.-educated Nurmahmudi to show the rest of Indonesia that it can more quickly improve living standards than the secular-based parties that have failed to tackle all-pervasive corruption.

Next year, Jakarta, a crumbling city of 13 million where the very poor fight for survival among a thin crust of exceedingly rich, will hold its election for mayor. The Justice Party, with its eye on the presidential elections in 2009, is out to win.

The victory in Depok was a major jolt for the political establishment and a victory in Jakarta next year, would send an unmistakable message about the party's appeal, said Muhammad Qodari, research director and political analyst at the Indonesian Survey Institute.

"Winning Jakarta would bring the party national attention and it could then promote their leadership in Jakarta and Depok all over the country," he said.

The Justice Party leaders said they know that making an impression on Jakarta's diverse electorate will mean moderating the party's staunch Islamic principles and amplifying its fight against corruption.

Through methodical campaigning of the kind that helped Nurmahmudi win Depok, the Justice Party has made steady strides in the last few years. In the 2004 Parliamentary elections, it won more than 7 percent of the vote, up from less than 2 percent in 1999. The party was one of only two to increase its votes. One of its senior officials, Hidayat Nur Wahid, is now the leader in the People's Consultative Assembly, a useful high-profile position for the party.

The party has already begun campaigning for the big prize, the Jakarta mayoralty. The chief of the Jakarta chapter, Triwisaksana, has encouraged members to reach out to non-Islamic voters, especially the large and economically powerful Christian, ethnic- Chinese population.

Depok and Nurmahmudi are a kind of test run for the Jakarta race, an effort to show there is little to fear in the rule of an Islamic party.

"It is not enough to say we are moderate we have to demonstrate it," said Zulkieflimansyah, a party leader and member of Parliament. "Nurmahmudi will prove that we can talk not only about morality but that we mean business as well - anti-corruption and transparency is good for Muslims and non-Muslims alike."

With this in mind, the new mayor of Depok, the seat of the nation's prestigious University of Indonesia, is ever- present in his community.

Nurmahmudi spoke to the 300 women, members of an Islamic education group, for nearly two hours, not missing a beat even as sweat began to pour down his forehead. He told them exactly how much they should pay for a national identification card, the cost of which is often inflated by corrupt bureaucrats. If they were charged too much, they should report to him, he said.

By 10 a.m. he was back at his office meeting with civil servants. At 12:30 p.m., he broke for noon prayers. After work, he held an open house for constituents.

Nurmahmudi earned a Ph.D. in poultry science at Texas A&M University, and it was there that he became impressed with the American school system.

He said he hoped to promote a similar system in Depok.

He was also impressed with the American highway system. The potholed roads of Depok are famous, even among the decrepit roads of most of the country. But before filling in potholes, Nurmahmudi's first priority, something he thinks will lead the way to many other improvements, is transforming the culture of government.

"My dream is that my staff changes their orientation from thinking they are people of power to thinking they are servants of the people," he said.

Nurmahmudi's election was especially sweet for the Justice Party because he defeated the more powerful and established Golkar party candidate.

Still, even as Nurmahmudi takes hold of Depok, some voters are suspicious of the Party's Islamic principles.

The party is playing a leading role in promoting a sweeping anti-pornography bill that calls for women to wear long-sleeve clothing and bans risqué publications and artwork. Last month, the party staged protests alongside more radical Islamic groups condemning Danish cartoons depicting the Prophet Muhammad.

Progressive, younger leaders in the party, many of whom were educated in the West, try to convince skeptics that Islamic law is not viable in Indonesia, which has a secular Constitution.

But while courting nonreligious voters, the Justice Party risks alienating its traditional followers who are concerned that its political pursuits are detracting from its original mission of instructing Muslims about Islam.

Nurmahmudi seems to straddle the two camps. Islam plays a "very important" part in government, he said.

"Voters still don't know what to think of the Justice Party, are they moderate or are they conservative?" Qodari said. "Nurmahmudi will show what the true face of the Justice Party is."


sumber : http://www.pks-kebayoranbaru.org/

Baca Selengkapnya...

Aduan 6 CPNS titipan, Wali akan minta klarifikasi FPKS

MARGONDA, MONDE : Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan akan meminta klarifikasi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) terkait laporan FPKS yang menyatakan ada enam nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2006 yang diduga lulus test dikarenakan titipan.

“Saya akan terlebih dulu bertemu [FPKS] untuk mengklarifikasi mengenai temuan itu,” ujar Nur Mahmudi, ketika diminta tanggapan Monde, kemarin, terkait surat FPKS kepada Walikota yang menyatakan ada 6 CPNS titipan yang lulus tes. FPKS menyampaikan laporan itu pada Jumat (17/3)

Walikota mengaku sudah membaca surat laporan itu. Namun dirinya harus meminta penjelasan atas informasi yang diperoleh FPKS.

“Saya harus mendapatkan penjelasan, secepatnya agar informasi tersebut jelas karena yang mendapatkan data itu adalah FPKS,” ujarnya.

Dia menjelaskan, semuanya harus dikaji berdasarkan atas aturan, mulai dari formasi, kompetensi, dan lain-lain.

Berdasarkan data FPKS, ke enam nama CPNS titipan berasal dari kelompok test CPNS tenaga kontrak (Tekon) di berbagai posisi, seperti dinkes (1), Setda (3), umum (1), dan ekonomi (1).

Sekretaris FPKS Muttaqin mengatakan kalau hal tersebut dibiarkan akan merusak citra Pemkot padahal ini kesalahan panitia. Muttaqin meminta kepada Walikota untuk mendiskualifikasi keenam CPNS itu.

Muttaqin menilai, panitia terlalu nekat mengelabuhi Walikota dengan cara manipulasi usia masa kerja, tekon fiktif atau masuk ke tenaga medis yang otomatis bisa diterima (Monde 18/3).(apk)


sumber : http://www.pks-kebayoranbaru.org/

Baca Selengkapnya...

Thursday, August 24, 2006

LDK Akhwat DPC PKS Setiabudi

PKS JakSel : Anggota PKS sebenarnya lebih didominasi laki-laki dengan komposisi 49% wanita dan 51% laki-laki. Namun jika dilihat dari perolehan suara 2004 yang lalu, maka suara dari kalangan wanita jauh lebih besar. Artinya masih sangat banyak dari kalangan wanita Indonesia yang ingin bergabung bersama PKS, namun belum ada kesempatan atau peluang. Ini juga berarti bahwa lahan dakwah di kalangan wanita sangat terbuka luas. Demikian yang disampaikan Ibu Hj. Anis Byarwati, S.Ag, pada LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) Akhwat yang diselenggarakan oleh DPC PKS Setiabudi.

Dibuka pada pukul 08.30 WIB, LDK Akhwat DPC PKS Setiabudi ini diikuti oleh 44 kader akhwat dari 8 DPRa di lingkup kerja DPC PKS Setiabudi. LDK Akhwat ini diadakan dengan maksud untuk mempersiapkan kader-kader akhwat untuk mengisi pos-pos amanah struktural baik di lingkup DPC maupun di lingkup DPRa masing-masing.

Pelaksanaan LDK yang bertempat di Yayasan Darul Ulum, Pedurenan, 30 Juli 2006 yang lalu ini terdiri dari 5 sesi. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan taujih dari Ibu Hj. Anis Byarwari, S.Ag. Dalam taujihnya Ibu Anis menyampaikan tiga hal penting, 1) bahwa kekuatan dakwah kita terletak pada unggulnya keshalihan ma'nawy atau keshalihan ruhiyahnya; 2) bahwa dakwah ini menuntut kita untuk mengajak orang lain, menyeru orang lain atau dengan kata lain dakwah in harus MEREKRUT, karena sejatinya kita ini adalah hasil dari rekrutmen dakwah juga; 3) bahwa apa yang kita berikan kepada Allah, maka itulah kira-kira apa yang akan kita dapatkan dari makhlukNya, sehingga pencapaian-pencapaian dakwah sesungguhnya akan sebanding dengan sejauh mana kedekatan kita kepada Allah SWT.

Sesi kedua dan sesi keempat diisi oleh trainer-trainer dari TRUSTCO; Ibu Novita Kurnia Dewi dan Ibu Anggraeni. Sesi TRUSTCO ini mengajak peserta untuk terlibat aktif dalam permainan-permainan dan simulasi yang memberikan banyak pencerahan kepada peserta. Hal terpentingnya adalah bahwa siapa saja bisa menjadi pemimpin dengan syarat awal berupa KEMAUAN. Pekerjaan besar selanjutnya adalah BERLATIH, karena sebuah pelajaran yang sudah kita pahami bersama, ala bisa karena biasa. Kemudian disempurnakan dengan KOMITMEN, karena pada dasarnya ketika komitmen sudah bulat dan kuat, kita akan terdorong untuk berkreasi sedemikian rupa sehingga komitmen dan amanah kita terpenuhi. Sesi ini menjadi penting karena sebagian peserta juga adalah para ummahat yang notabene memiliki amanah keluarga yang juga tidak sedikit.

Ibu Netty Prasetiyani yang mengisi pada sesi ketiga, memberikan taujih seputar tujuan-tujuan dakwah PKS dan mengingatkan peserta tentang Visi PKS 2009, Menjadi Partai Dakwah yang Kokoh untuk Memimpin dan Melayani Bangsa. Ibu Netty juga memaparkan tentang mihwar-mihwar dakwah yang sudah, sedang, dan akan kita jalani. Selanjutnya beliau banyak membahas tentang bagaimana menjadi qiyadah dan jundi yang baik. Beliau menekankan bahwa leadership tidak akan cukup, tapi harus dibarengi dengan adanya fellowship. Saling sinergi antara al-qiyadah mukhlishah dan al-jundiyah muthii'ah adalah sebuah kemutlakan untuk sebuah amal jama'i yang baik.

Sesi terakhir yang merupakan sesi Wawasan Setiabudi diisi oleh Ketua DPC, Bapak Adhi Susanto, S.Kom dan Ketua Seksi Kewanitaan, Ibu Muchtaromah, S.Ag, dalam diskusi panel. Jika Ketua DPC banyak menyampaikan tentang sejarah dakwah PKS (dan PK) dari periode kepengurusan pertama sampai ke kepengurusan beliau sendiri, maka Ketua Seksi Kewanitaan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaparkan visi, misi, program kerja, dan arahan-arahan dakwah Kewanitaan DPC PKS Setiabudi.

LDK ini pun ditutup dengan pembagian lembar Kontrak Dakwah yang kemudian ditandatangani peserta dengan suka rela dan penuh kesadaran. Poin penting dari Kontrak Dakwah ini adalah bahwa alumni-alumni LDK Akhwat DPC PKS Setiabudi ini bersedia untuk memberikan komitmen tinggi dan kontribusi optimal bagi dakwah PKS di lingkungan Setiabudi. Allahu akbar! (siska)

sumber : http://www.pks-jaksel.or.id/

Baca Selengkapnya...

Al-Qur’an dan Pensikapannya

Jika kita melihat kebelakang pada awal permulaan Islam, sekelompok kecil manusia dimana sosok Muhammad saw.yang menjadi penyeru mereka menuju keimanan, diantara mereka yang telah beriman adalah Khadijah (isteri), Abu Bakar (sahabat),Ali (sepupunya) dan Zaid (budaknya).Kita dapati bahwa Al-Qur’an pada saat itu menjadi faktor yang amat berpengaruh sebagai salah satu wahana untuk membina keimanan orang-orang pertama yang masuk Islam.

Pada saat itu Rasulullah saw. Dan pengikutnya belum memiliki daya tahan yang kuat.Disaat seperti ini Islam membutuhkan sosok kader da’wah yang tangguh, maka Umarlah orangnya. Kisah berimanya Umar banyak riwayat yang menceritakanya, salah satunya berasal dari riwayat Atha dan Mujahid yang dikutip oleh Ibnu Ishaq dari Abdullah bin Najih “ aku dulunya amat menjauhi Islam.Aku suka mabuk-mabukan ketika jahiliyah.kami mempunyai majelis tempat berkumpul kaum pria bangsa Quraisy … Suatu saat aku hendak berkumpul dengan teman-temanku disana, namun tidak seorangpun disana.Maka aku berkata,’maka aku harus menemui si Fulan penjual khamar’ maka akupun segera bergegas untuk menemuinya,tetapi aku tidak mendapatinya.Lalau akupun berujar kembali,’ mungkin aku harus ke Ka’bah untuk melakukan Thawaf disana sebanyak 7 atau 70 kali!, maka akupun datang ke masjid untuk melakukan thawaf di Ka’bah, ternyata disana ada Rasulullah saw. Sedang berdiri melakukan shalat, saat itu shalat menghadap ke negeri Syam (Masjidil Aqsha) dan ia menjadikan Ka’bah diantara dirinya dan negeri Syam.Beliaupun berdiri diantara dua rukun (tiang Ka’bah) rukun Aswad dan rukun Yamani.aku berkata saat aku melihatnya,’Demi Allah, kalau saja nanti malam aku mendengar apa yang akan dibaca oleh Muhammad, dan terbersit dalam hatiku kalau aku sudah mendekat ke arah Muhammad dan mendengarkan apa yang ia baca pasti ia akan aku kagetkan.’Akupun menghampirinya dari balik al-Hajar (Hajar Aswad), akupun masuk dari balik kain Ka’bah, tidak ada jarak diriku dengan Muhammad kecuali hanya dibatasi dengan kain Ka’bah saja, saat aku mendengar Al-Qur’an maka luluh hati hingga membuat aku menangis, sejak saat itu aku masuk Islam.

Namun ada juga kisah yang dituturkan oleh Ibnu Ishaq, yang kesimpulanya bahwa’Umar keluar dari rumahnya dengan menghunus pedang mencari Rasulullah saw.Umar ditemani oleh para sahabatnya yang berjumlah hampir 40 orang terdiri dari pria dan wanita yang berkumpul disebuah rumah dekat bukit Shafa.Di tengah jalan ia bertemu dengan Naim bin Abdullah yang bertanya kepada Umar hendak kemana ia.Umar lalu memberitahukan Naim tentang maksud dan tujuanya. Lalu Naim mengingatkan Umar akan bahaya berhadapan dengan bani Abdi Manaf dan ia mnegajak Umar untuk kembali ke rumah dan mengurungkan niatnya, karena iparnya yang bernama Said bin Zaid bin Amr dan isterinya yang bernama Fatimah binti Khatab telah keluar dari agama mereka.Maka Umar pun bergegas hendak menemui mereka berdua, ternyata disana ia mendengar seseorang yang membacakan Al-Qur’an kepada mereka berdua. Umar segera merangsek masuk kedalam rumah dan langsung mencengkeram Said dan isterinya yang masih adiknya sendiri… kemudian Umar merebut sebuah lembaran kertas setelah perdebatan lama, dan ternyata di dalamnya terdapat surat Thaahaa.

Setelah membaca sepenggal dari surat tersebut , Umar berkata “betapa indah dan mulianya kalimat ini” lalu ia pun pergi untuk menemui Nabi saw.dan ia mengumumkan keislamanya. Maka Nabi saw.bertakbir untuk memberitahukan penghuni rumah dan para sahabatnya bahwa Umar telah masuk Islam. Seluruh riwayat sepakat bahwa Umar mendengar atau membaca sepenggal ayat Al-Qur’an seolah-olah hal ini yang mengajaknya untuk memeluk Islam. Selanjutnya mari kita melihat sosok lain, sosok yang tidak kalah terkenalnya dari Umar, sosok yang dijuluki dermawan kota Mekah yaitu Al-Walid ibnul Mughirah. Ada beberapa riwayat tentang berpaling (tawalli) nya al-Walid ibnul Mughirah yang ringkasnya Al-Walid ibnul Mughirah mendengarkan beberapa ayat Al-Qur’an yang hampir membuat hatinya luluh. Maka kaum Quraisy berkata,”Demi Allah, Walid sudah keluar dari agama kita dan semua kaum quraisy akan keluar dari agamanya.” Maka kaum quraisy mengirim abu Jahal kepada Walid untuk mengingatkan kembali akan kemuliaan diri dan keturunan Walid serta hartanya.Abu Jahal meminta kepadanya untuk mengomentari Al-Qur’an sehingga kaumnya mengerti bahwa sebenarnya Walid benci kepada Al-Qur’an. Lalu Walid berkata “apa yang harus aku komentari? Demi Allah tidak seorang pun diantara kamu yang lebih mengerti tentang syair daripada aku, demi Allah tidak ada perkataan seorang pun yang menyerupainya. Demi Allah ucapan dalam Al-Qur’an itu amat manis dan indah, bacaan tersebut bisa mengalahkan semua yang ada dibawahnya dan dia mampu mengungguli segalanya.

Abu Jahal lalu berkata, “Demi Allah kaummu tidak akan puas sehingga engkau berkomentar tentang Al-Qur’an.” Lalu Walid berkata ,”kalau begitu biarka aku berfikir sejenak, saat berfikir ia mengatakan,”in hadza illa sikhrun yu’tsar” Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari, apakah kalian tidak melihat bahwa ia mampu memisahkan seorang suami dari istrinya dan dari keturunanya.(dari Sirah Ibnu Hisyam dan beberapa riwayat lain)

Hal ini terekam abadi di dalam Al-Qur’an surah al-Mudhasir : 18-28)

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yangditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "(Al Quraan) ini tidak lain hanyalah sihiryang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan(*).

[*] Yang dimaksud dengan "tidak meninggalkan dan tidak membiarkan"ialah apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya sampai binasakemudian dikembalikannya sebagai semula untuk diazab kembali. Ikhwafillah, dari kisah diatas terlihat bertemunya dua kisah yaitu kisah keimanan dan kekufuran. Bagaimana Umar dapat merasakan betapa menggelora hatinya manakala dia bertemu dengan Al-Qur,an, tidak ada yang mempengaruhi dan tiada pula yang mengajarinya, namun serta merta hatinya tunduk pada kebenaran Al-Qur’an.

Bagaimana dengan Walid al-Mughirah? Dia terbelenggu dan terkungkung akibat kesombongan yang ia miliki, dia merasa bangga dengan nasab, harta serta keturunanya. Kedua tokoh ini menjalani alur hidup yang berbeda, yaitu beriman dan kufur, namun dari kedua kisah diatas keduanya telah melalui satu titik yang sama yaitu titik pengakuan atas kebenaran dan keagungan kandungan Al-Qur’an baik dari segi makna dan bahasanya.

Ikhwatifillah, sungguh Al-qur’an itu mempunyai daya magic yang luar biasa, kalau kita melihat kebelakang bagaimana orang-arang Qurays yang mengatakan “ janganlah kalian dengarkan Al-qur’an ini dan olok-oloklah Al-qur’an tersebut agar kalian menjadi menang.” Sungguh ayat ini menunjukkan rasa ketakutan yang luar biasa akibat pengaruh Al-qur’an pada jiwanya, demikian juga sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, yang membacakan satu atau dua ayat kepada sahabatnya yang menyebabkan jiwa mereka menjadi tunduk, hati mereka menjadi khusu’ dan orang-orang yang takut pada Tuhannya menjadi bergegas untuk memenuhi panggilanNya.

Diakhir bahasan kita, mari kita lihat beberapa ayat dalam Al-qur’an dimana ayat tersebut demikian besar pengaruhnya pada hati mereka, ada yang bercucuran air matanya, ada yang menyungkur dan bersujud dan ada yang demikian hebat rasa takutnya hingga gemeter kulit orang-orang yang mengingat Allah. Dalam sebuah ayat diceritakan tentang orang Yahudi dan Nasrani

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orangYahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialahorang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang nasrani".Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul(Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkankebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitabmereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telahberiman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi(atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad s.a.w.).(Qs.5,Al Maidah :82-83)

Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama sajabagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnyaapabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas mukamereka sambil bersujud, dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi".Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'. .(Qs.17, Al-Isra: 107-109)

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang[*], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.(Qs.39, Az-zumar: 23)

[*]. Maksud berulang-ulang di sini ialah hukum-hukum,pelajaran dan kisah-kisah itu diulang-ulang menyebutnya dalam Al Quraan supaya lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap. Sebahagian ahli Tafsir mengatakan bahwa maksudnya itu ialah bahwaayat-ayat Al Quraan itu diulang-ulang membacanya seperti tersebut dalam Mukaddimah surat Al Faatihah.

Ikhwatifillah, Al-qur’an adalah Qalam Allah yang Agung, yang indah yang mengandung petunjuk hidup, semua manusia yang membacanya dengan bacaan yang benar, meresapi dan merenungkan ma’nanya, maka semua hati akan mengakui kebenaran dan tunduk padanya, hanya saja yang muncul kepermukaan kadang berbeda dengan apa yang ada di dalam hati, ada yang langsung tunduk dan beriman adapula yang ingkar lalu tetap pada kekafirannya. Jadilah kita orang yang membaca dan mendengarkan Al-qur’an dan selalu tetap bermohon kepada Allah agar hati kita tunduk padanya.

Suripan Soleh

Ketua PIP PKS Qatar

sumber : http://pks-qatar.org/

Baca Selengkapnya...

Islamic Student Account Launched

Written by BBC News
Wednesday, 23 August 2006
Lloyds TSB is to offer student current accounts through its 2,000 branches which comply with Islamic law.

So as to meet the requirements of Islamic Sharia law, the accounts will not pay or charge interest.

In addition, money held in the accounts cannot be invested in certain industries such as gambling or alcohol.

Lloyds TSB is the first bank to offer an Islamic student account. It has operated Sharia-compliant mortgages and other accounts since 2005.

Students opening the account will receive a £1,500 interest-free overdraft as well as free gifts such as an iPod Shuffle and Youth Hostel Association Membership.

Paul Sherrin, head of Islamic Finance at Lloyds TSB, said that the UK's two million-strong Muslim community was young and growing fast, and needed products tailored to their beliefs.

All money must be invested in industries Muslims consider ethical
The giving or receiving of interest is forbidden
Money cannot be simply traded for money
Money can be used to buy goods or services, which can then be sold for a profit

"Young Muslim students have had no choice but to go against their beliefs by opening traditional bank accounts," he said.

"By providing a real alternative that meets their financial and religious needs, we have made it possible for them enjoy campus life without compromising their faith."

The bank worked with a board of Muslim scholars to design the account.

The account will also be open to non-Muslims.

Services shunned

Traditionally, many Muslims have shunned mainstream financial services and High Street banks because their products do not comply with Sharia law.

Under Sharia Islamic law, making money simply from money - such as charging interest - is usury, and is not permitted.

Instead, wealth should be generated only through legitimate trade and investment in assets.

Investment in companies involved with alcohol, gambling, tobacco and pornography is also strictly off limits.

Story from BBC NEWS:

sumber : http://www.pk-sejahtera.org.uk/

Baca Selengkapnya...

SERI –1 Kesehatan dan Puasa

Di era globalisasi dan moderen sekarang ini, dimana cara hidup materialis dan berpikir ilmiah telah menguasai kehidupan dan pemikiran manusia, orang tidak akan mudah mempercayai sesuatu kecuali jika ia melihat lansung manfaatnya secara fisik atau melalui hasil penelitian-penelitian ilmiah dan analisa statistik. Para ilmuwan telah melakukan berbagai penelitian terhadap sejumlah gejala dan tindak kejiwaan yang dibawa oleh agama-agama seperti shalat, puasa, toleransi dalam beragama dan lain-lain. Mereka juga mencoba menemukan pengaruh ajaran-ajaran yang bersifat kerohanian ini terhadapa tubuh manusia, sel-sel otak dan sel-sel tubuh lainnya. Penelitian ilmiah ini menhasilkan suatu kenyataan yang mengagumkan, yaitu menambah dan meningkatkan kualitas keimanan para ilmuwan, mengetahui hikmah Maha Pencipta. Mereka menjadi tekun beragama dan teguh menjalankan syariatnya. Benarlah apa yang difirmankan Allah SWT: “Sesungguhnya yg paling takut kepada Allah SWT diantara hamba-hambanya adalah para (Ulama/Ilmuwan)”(QS: Alfathir/28).

Apakah pandangan Ilmu Pengetahuan moderen tentang puasa ?. Para saintis telah menemukan bahwa manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup dialam ini yang menjalankan puasa. Semua makhluk yang ada dibumi ini menjalani suatu fase dimana mereka berpuasa walaupun mereka sedang berada pada lingkungan yang penuh dengan makanan. Semua hewan yang hidup didarat dan laut seperti burung, ikan, serangga dan lain-lain, semuanya berpuasa; malah tumbuh-tumbuhanpun berpuasa. Namun tentunya cara berpuasa masing-masing hewan dan tumbuhan berbeda satu dengan yang lainnya. Ada binatang-binatang yang tetap tinggal disarangnya berhari-hari, malah berbulan-bulan tidak bergerak dan tidak makan. Demikian pula ada jenis burung yang tetap tinggal disarangnya tanpa makan disarangnya pada musim-musim tertentu setiap tahun. Diantara jenis ikan ada yang membenamkan dirinya didasar laut atau sungai untuk jangka waktu tertentu tanpa makan. Seranggapun menjalani suatu fase kehidupan, dimana mereka berkumpul dan berpuasa. Sesudah melaksanakan puasa, makhluk-makhluk ini muncul kembali dengan kegiatan yang lebih aktif, dinamis dan segar, malah diantaranya ada yang tumbuh lebih sempurna dan lebih sehat. Binatang-binatang itu berganti kulit, burung-burung sekarang dilengkapi dengan bulu-bulu yang lebih segar dan menarik; dan mulailah mereka berkawin dan bernyayi. Seranggapun keluar dari sarangnya, makan dengan lahap dan berkembang dengan cepat. Semua makhluk hidup diatas, yang hidup hanya dengan naluri, puasanya dapat dipandang sebagai suatu gejala fisiologi (tuntutan/kebutuhan tubuh secara normal) dan respon terhadap factor-faktor alam.atau seperti yang disebut oleh para ahli dengan Hypernation; Bagi manusia puasa jauh lebih dibutuhkan dan lebih penting karena manusia yang bertindak aktif dengan akalnya, melakukan aktifitas yang jauh lebih bervariasi daripada gerak-gerak yang bersifat naluri.

Sarjana-sarjana Antropologi telah mengetahui bahawa manusia kuno telah melakukan puasa berdasarkan fitrah dan naluri sebelum agama-agama diturunkan. Orang-orang mesir kuno telah mengenal puasa 5000 tahun sebelum turunnya agama, demikian pula bangsa Yunani dan bangsa Romawi, jauh sebelum datangnya Kristen. Peninggalan-peninggalan kuno menunjukan bahwa manusia-manusia purba tersebut telah melaksanakan puasa denhgan peraturan-peraturan yang rapi; mereka telah mengenal puasa dangan segala jenis dan tujuannya, persis seperti yang kita kenal dijaman moderen ini.

1) Mereka berpuasa untuk membersihkan roh dan membiasakan diri untuk bersabar.
2) Mereka berpuasa untuk menebus dosa-dosa yang telah mereka lakukan.
3) Mereka berpuasa sebagai tanda sedih atas kematian seseorang atau mengharapkan suatu rahmah dari arwah-arwah mereka.
4) Mereka berpuasa karena membayar nazar.
5) Mereka berpuasa karena ingin belajar dari pada puasa itu tentang disiplin, ketenangan dan kepatuhan.
6) Dan akhirnya mereka berpuasa dengan tujuan-tujuan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Semua kenyataan-kenyataan tersebut diatas mendorong para ahli (secara ilmiah) untuk menganggap puasa sebagai suatu gejala fisiologi dan bukan semata-mata suatu hasil dari proses iradah. Artinya, menurut bahasa ilmiah, puasa adalah suatu keharusan hidup untuk kesehatan manusia; persis seperti kebutuhan manusia terhadap makan, udara atau bernafas, gerak dan tidur. Setiap makhluk hidup jika tidak diberi kesempatan untuk tidur atau bergerak, maka tubuhnya akan menderita berbagai bentuk penyakit. Demikian pula sekiranya ia tidak menjalankan puasa, maka tubuhnya akan dapat diserang oleh bermacam-macam penyakit. Apa yang berlaku pada binatang juga berlaku pada manusia secara fisiologi.

Sekarang mari kita lihat proses-proses kimia dan biologis yang terjadi pada tubuh manusia yang berada dalam keadaan lapar atau puasa. Pada waktu itu tubuh akan menggunakan zat-zat makanan simpanan (zat karbohidrat/glikogen) yang disimpan di otot-otot badan. Seandainya simpanan zat penghasil energi ini habis maka tubuh secara otomatik dengan kuasa Allah SWT akan memecah lemak (kolesterol) yang disimpan dalam badan terutama lemak yang disimpan dalam dinding otot perut, pantat, jantung dan lain-lain menjadi sumber tenaga. Kalau simpanan zat lemak inipun habis, maka dengan kuasa Allah SWT tubuh juga secara otomatik akan merubah zat protein yang terdapat didalam sel-sel badan menjadi sumber tenaga untuk aktifitas sehari-hari. Sekiranya manusia berpuasa untuk jangka waktu tertentu dan tidak melewati batas seperti pada puasa ramadhan, bersahur sekadarnya dan berbuka sesuai dengan jadwal waktu yang sudah ditetapkan maka Insya Allah organ-organ tubuh kita (kumpulan jaringan dan kumpulan sel-sel badan) akan segar kembali (ibarat orang yang baru bangun dari tidur nampak segar, aktif dan bersemangat), karena semua karat-karat, sisa-sisa penyimpanan lama (stok lama) sudah dihabiskan sepanjang puasa dan diganti dengan stok/simpanan yang baru.
Ini berarti bahwa puasa menyebabkan pembaharuan dan penyegaran jaringan-jaringan sel badan terutama jaringan-jaringan kelenjar hormon yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan gerak pencernaan. Semuanya ini menjelaskan kepada kita, kenapa binatang-binatang, burung-burung dan cacing lebih aktif dan lebih cepat berkembang setelah melewati masa-masa bepuasa.

Kesimpulannya, puasa itu dapat memperpanjang umur makhluk hidup, meningkatkan pertumbuhan pada fase tumbuh, mempergiat proses otak, dan melancarkan proses metabolisme serta pembaharuan sela-sel.

Kenyataannya ini semua bertolak belakang dengan anggapan manusia, bahwa puasa itu menyebabkan orang menjadi kurus, lelah dan kurang darah. Tentu saja dengan syarat puasa itu dilakukan dalam batas-batas tertentu seperti pelaksanaan puasa dalam Islam. (Amrizal)

Penulis adalah salah seorang mahasiswa program S3 di Fak. Kedokteran UKM.

sumber : http://www.pippksmy.cjb.net/

Baca Selengkapnya...

[TOL PIPPKS-J] Ikhlas dan Sabar Kunci Kemenangan Umat Islam

Assalamu`alaikum warahmatullah wabarakatuh,

"Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Kabar gembira buat orang yang bersabar, Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun. (Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.)" (Q.S. 2/Al-Baqarah: 156)

Allah SWT menyuruh kita agar bersabar dalam segala hal, termasuk dalam dakwah. Akan tetapi, yang jauh lebih penting agar kita tetap sabar dalam menghadapi musibah kehidupan seperti kematian orang yang kita cintai, jatuh ke lembah papa setelah mengalami hidup layak, atau perasaan takut bahwa hal tersebut akan menimpa kita.

Ikhlas, Itu mungkin kata kunci yang akan menyelamatkan amal kita di akhirat kelak. Inilah sifat yang amat dikhawatiri para sahabat Rasul SAW. Termasuk kekhawatiran Abu Bakar Ash-Shiddiq tentang hal ini, sehingga beliau senantiasa berdoa dan berlindung dari sifat riya ini, Allahumma inna naudzu bika min annusyrika bika syai an na lamuh wa nastaghfiruka lima laa na lamuh.


Insya Allah mulai bulan ini PIP PKS Jepang akan mulai menggelar acara rutin Taujih On Line melalui Radio Suara Keadilan. Taujih On Line perdana kali ini Insya Allah akan diadakan pada :

- Hari, tanggal : Ahad, 27 Agustus 2006
- Jam : 20:30 - 21:30 JST /18.30-20.30 WIB
- Pembicara : Ustadz Muhith Muhammad Ishaq Lc., MAg.
(Mudir Ma'had Ibnu Abbas, Yayasan Islamic Center IQRA, JAKARTA)
- Tema :Ikhlas dan sabar kunci kemenangan umat Islam
- Tempat : http://www.keadilan-jepang.org/listen.pls

Untuk tanya jawab silahkan langsung ke id yahoo messenger : skeadilan

Wasalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

sumber : http://www.keadilan-jepang.org/

Baca Selengkapnya...

Harta Yang Halal

Oleh : DR Amir Faishol Fath

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: �Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.�
(HR. Bukhari, Kitab Buyu�, No. 2059).

Empat belas abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadits ini, kinikita sedang menyaksikan sebuah kenyataan di mana orang sangat beranimelakukan korupsi, penipuan, perampokan, perjudian, dan lain sebagainya.Banyak orang yang menjadi korban karenanya, namun itu dianggap suatukeharusan. Benar kata Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, bahwa mereka tidak peduli dengan hukumhalal-haram, yang penting tujuan tercapai: mendapatkan hartasebanyak-banyaknya.

Allah SWT, sebenarnya telah memanggil semua manusia untuk tidak makankecuali yang halal: "Wahai manusia! Makanlah yang halal dan baik darimakanan yang ada di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkahsyetan, sungguh syetan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. 2:168).

Lebih khusus lagi Allah memanggil hambaNya yang mukmin untuk segarameraih harta yang halal: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah darirezeki yang baik, yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepadaAllah, jika kamu benar-benar menyembah kehadapan-Nya "(QS. 2:172).

Lebih khusus lagi, Allah memanggil rasul-Nya untuk melakukan hal yangsama sebagai contoh bagi umatnya: "Wahai para Rasul! makanlah dari(makanan) yang baik, dan kerjakanlah amal saleh, sungguh Aku Maha Mengetahuiapa yang kamu kerjakan" (QS. 23:51).

Tidak cukup dengan bentuk perintah, Allah menguatkan lagi ajakantersebut dengan bentuk larangan: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlahkamu mengharamkan apa yang baik dari yang telah dihalalkan Allahkepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukaiorang yang melampaui batas" (QS. 5:87).

Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari ayat-ayat di atas:

(1)Allah yang menciptakan manusia tentu Dialah yang paling tahu apa yangterbaik bagi tubuh manusia. Barang-barang yang Allah haramkan itu bisadipastikan bila dilanggar akan merusak tubuh manusia itu sendiri. KarenanyaAllah mewanti-wanti mengingatkan agar manusia menghindari dari yangtelah diharamkan.
Dan kita telah menyaksikan betapa orang yang korupsi sedikit atau banyak telah menghancurkan negara dan nasib berjuta rakyat, sebagaimanaorang yang mabuk-mabukan telah merusak dirinya, akalnya dan masa depannya.

(2) Harta yang haram ada dua macam: Pertama, haram secara dzat, sepertidaging babi, bangkai, minuman yang memabukkan. Kedua, haram secaraproses pendapatan, seperti harta hasil korupsi, curian, judi dansebagainya. Semuanya baik haram secara dzat maupun secara proses sama-samamembawa malapetaka bagi manusia dan kemanusiaan.

(3) Memperoleh harta secarahalal adalah perjuangan yang sangat mulia, karena pada ayat di atas(QS. 2:172), Allah menganggapanya sebagai: Pertama, ekspressi keimanan.Kedua, bukti mensyukuri nikmatNya. Ketiga, tindak kehambaan kepadaNya.Sudah barang tentu merupakan dosa dan benacana yang sangat besar bilaharta haram meraja lela tanpa kendali.

(4) Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, bersabda bahwaAllah Maha Baik dan tidak menerima kecuali susuatu yang baik. KemudianNabi bercerita tentang seorang yang sadang dalam perjalanan panjang,rambutnya kusut, pakaiannya kotor, ia menadahkan kedua tangannya kelangit seraya berkata: Ya Rabb! Ya Rabb! Sedang makanan, minuman danpakainnya haram. Mana mungkin -kata Nabi- permohonannya akan dikabulkan oleh Allah (HR. Muslim, Kitab Al Zakah,No. 1015). Ketika menyebut Hadith ini Imam Ibn Katsir mengatakan: Makanan halal adalah penyebab diterimanya do’a dan ibadah, sebagaimana makanan haram penyebab ditolaknya do’a dan ibadah (Tafsir Ibn Katsir, (Bairut, Darul Kutub al Ilmiyah, 1986) vol. 1, h. 305.)

sumber : http://www.keadilan-jepang.org/

Baca Selengkapnya...

Hubungan Antara Ruhiyyah Dan Soliditas

Oleh : Musyaffa' Ahmad Rahim, Lc.

Dalam sebuah perjalanan dari Jakarta ke Kuala Lumpur, untuk mengisi "kesepian" perjalanan, saya buka PDA saya, dan mulailah saya membaca kitab MAJMU' AL-FAT�W� LI-IBNI TAYMIYYAH, saya mulai membaca juz satu kitab yang terdiri dari 38 jilid itu.

Ada satu hal yang paling berkesan dalam diri saya saat membaca kitab tersebut � sekalipun banyak hal yang sangat berkesan dalam diri saya- yaitu saat Syaikhul Islam mengulas firman Allah SWT :

"Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah KAMI ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; Maka KAMI timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. dan kelak ALLAAH akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Maidah: 14)

Ada beberapa hal yang paling menarik bagi saya dari penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :


Saat Ibn Taimiyyah �rahimahullah- mengaitkan antara dua hal, yaitu :

1.. Nas� hazhzhan mimma dzukkir� bih (mereka melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya).

2.. Faaghrain� bainahum al-'ad�wata wa al-baghdh�-a il� yaum al-qiy�mah (Maka kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat).

Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa dua hal di atas merupakan hubungan sebab akibat, dalam arti, karena hal yang pertama terjadi, maka hal yang kedua terwujud. Atau dengan bahasa lain: sebab hal pertama terjadi, akibatnya hal kedua terjadi pula. Jelasnya: karena mereka melupakan sebagian dari peringatan Allah SWT, maka, Allah SWT menghukum mereka dalam bentuk munculnya permusuhan dan saling benci di antara sesama mereka sampai hari kiamat.


Beliau menjelaskan bahwa hubungan sebab akibat ini bukan hanya berlaku bagi orang-orang Nashrani, akan tetapi, hal ini merupakan sunnatull�h yang berlaku bagi umat Islam juga. Artinya: jika umat Islam juga melalaikan sebagian dari apa yang Allah SWT peringatkan kepada mereka, maka, na'udzu bill�h min dz�lik, umat Islam ini pun akan "dihukum" dengan munculnya permusuhan dan saling benci di antara sesama mereka.


Penyebab datangnya "hukuman" dalam bentuk permusuhan dan saling benci, "hanyalah" karena mereka melupakan SEBAGIAN dari apa yang Allah SWT peringatkan kepada mereka. Kita pun bertanya-tanya dengan penuh rasa takut dan ngeri: "BAGAIMANA KALAU YANG KITA LUPAKAN ADALAH SEBAGIAN BESAR" apa lagi kalau sampai SELURUH YANG ALLAH SWT PERINGATKAN kepada kita. Dalam pandangan saya, hal ini sangat terkait dengan firman Allah SWT pada ayat lain :

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Q.S. Al-Sy�r�: 30).

Tafsir singkatnya: bahwa berbagai musibah terjadi dikarenakan perbuatan kita, dan sebenarnya banyak hal yang Allah SWT memaafkan kita, jika setiap kesalahan Allah SWT hukum kita dengan musibah, habislah kita dari dahulu. L� haula wal� quwwata ill� bill�h.


Ibn Taimiyah menjelaskan bahwa yang dimaksud SEBAGIAN DARI APA YANG ALLAH SWT PERINGATKAN DENGANNYA adalah: tark al-'amal bi ba'dhi m� umir� bihi (tidak mengamalkan sebagian perintah Allah SWT) [Majm�' Fat�wa, juz 1, hal. 14].

Ikhwati fillah ...

Setelah kita melakukan jaulah Qur'�niyah bersama Ibn Taimiyah ini, marilah kita mengambil beberapa pelajaran terkait dengan kehidupan dakwah kita, yaitu :

1.. Betapa penting syumuliyah al-Isl�m dalam dakwah, baik dalam tataran ma'rif� (teori, pemahaman, konsep), maupun 'amali (pengamalan, penerapan, praktek). Terkait dengan hal ini, kita berkewajiban untuk memancang ajaran Allah SWT, ajaran Islam, sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisah-pisahkan dan dipilah-pilah.
2.. Bahwa, jika kita meninggalkan sebagian dari yang diperintahkan Allah SWT, maka, perbuatan kita yang meninggalkan sebagian dari yang diperintahkan Allah SWT ini akan berakibat bagi kedatangan "adzab" Allah SWT, di antaranya adalah al-a'd�' (permusuhan) dan al-baghdh�' (saling benci membenci), dengan bahasa lain, tidak ada lagi ta'l�f al-qul�b (keterpautan dan kesatuan hati) dan seterusnya.
3.. Bahwa yang terpenting dari "sebagian perintah Allah SWT" ini adalah aspek keimanan dan amal shalih (ruh�niyy�t, spiritualitas), sebab, ada sunnatull�h yang lain yang menyatakan bahwa komitmen dengan keimanan dan amal shalih akan berakibat bagi kemunculan al-wuddu (kecintaan) di antara sesama. Hal ini berdasar pada firman Allah SWT:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak ALLAAH Yang Maha Pemurah[1] akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (Q.S. Maryam: 96).

Hal ini, dalam pandangan penulis, juga terkait dengan istilah: mimm� dzukkrir� bih� , kata dzukkir� ini sangat terkait dengan kata al-dzikr yang berarti kitabull�h, dan bagi umat Islam, kitabull�h ini berarti Al-Qur'�n Al-Kar�m. Sandaran penulis dalam hal ini adalah pendapat Qat�dah �rahimahull�h- sebagaimana dikutip oleh Ibn Jar�r al-Thabar� [J�mi' al-Bay�n f� Ta'w�l Al-Qur'�n, juz 10, hal. 135].

4.. Hal-hal di atas berlaku umum, dalam arti, semua kaum muslimin hendaklah memperhatikan sunnatull�h ini. Tuntutan untuk komitmen dengan hal ini semakin menguat bagi mereka yang menjadi teladan dan panutan umat, misalnya: guru, murabbi, naq�b, imam, pemimpin dan semacamnya. Hal ini dapat kita pahami dari mun�sabah (kesesuaian dan keterkaitan) ayat ini (Q.S. Al-M�idah: 14) dengan Q.S. Al-M�idah: 12 yang berbicara tentang para nuqab�'. Oleh karena ini, mas-uliyyah (tanggung jawab) para guru, murabbi, nuqaba' dan qiyadah dalam hal ini (komitmen dengan mimm� dzukkir� bih�) sangatlah besar.

Semoga Allah SWT memberikan taufiq, hidayah dan kekuatan kepada kita untuk dapat komitmen dengan perintah Allah SWT ini, amiiin.

sumber : http://www.keadilan-jepang.org/

Baca Selengkapnya...

Damai di Aceh, Mengapa Tidak?

M Nasir Djamil
Anggota FPKS DPR RI asal Aceh

Tanggal 15 Agustus memiliki makna yang teramat penting bagi masyarakat Aceh. Sebab setahun lalu, tepatnya 15 Agustus 2005 telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia. Peristiwa itu sekaligus menandai penghentian permusuhan dan dicarinya solusi politik guna mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih kurang 30 tahun.

Kini suasana damai sangat dirasakan oleh rakyat di ujung Pulau Sumatera tersebut. Boleh dikatakan bahwa hampir setahun ini rakyat Aceh menjadi manusia yang paling bahagia di planet bumi ini. Bayangkan saja, suara tembakan dan berita-berita kekerasan yang berujung pada kematian, kini hampir tidak pernah terdengar lagi. Aktivitas perekonomian, sosial dan kemasyarakatan kini hidup kembali. Bahkan, ritual keagamaan dan perayaan hari-hari besar agama, kini kembali semarak yang dijalankan oleh masing-masing pemeluknya. Yang paling menonjol adalah hilangnya trauma bagi pengguna jasa angkutan dan pemilik mobil pribadi saat melakukan perjalanan malam hari dari Aceh ke Medan.

Ada keraguan

Meskipun saat ini seluruh pelosok di Nanggroe Aceh Darussalam telah aman, namun bukan berarti masyarakat telah yakin bahwa perdamaian yang permanen akan terwujud di Aceh. Hal ini berdasarkan pengakuan sejumlah tokoh masyarakat yang saya jumpai saat melakukan kunjungan kerja perorangan sebagai anggota DPR RI asal Aceh, belum lama ini.

Hampir di setiap pertemuan yang saya di lakukan di 19 kabupaten/kota, pertanyaan apakah Aceh tidak berkubang lagi dalam konflik bersenjata, menjadi main question. Keraguan dan kekhawatiran itu sangat beralasan, karena setahun bukanlah ukuran untuk bisa menilai dan memastikan bahwa Aceh akan benar-benar aman damai.

Apalagi, hingga saat ini pihak GAM masih mempermasalahkan sebagian isi UU Pemerintahan Aceh, yang baru disahkan bulan lalu. Bahkan ratusan ribu massa yang memadati Kota Banda Aceh untuk memperingati setahun damai di Aceh, meneriakkan tuntutan agar seluruh isi UU Pemerintahan Aceh harus sesuai dengan kesepakatan Helsinki. Pertanyaannya adalah bagaimana jika sebagian isi UU PA yang masih dipermasalahkan GAM itu tidak diakomodasi? Sebab, bukankah GAM merupakan partner utama dalam mewujudkan perdamaian di Aceh? Mungkinkah GAM akan kembali mengangkat senjata melawan pemerintah jika keberatan mereka benar-benar tidak diberi jalan keluar?

Kesepakatan damai yang telah dicapai lewat kesepakatan Helsinki dan peristiwa Tsunami di Aceh, telah memberikan sebuah kerangka guna mengakhiri kekejaman dan sebuah panduan bagi tahap awal refomasi pasca konflik. Harus disadari bahwa kesepakatan Helsinki tidak menciptakan kondisi di mana perpecahan mendalam yang menghasilkan perang tersebut secara otomatis dapat diatasi. Mengakhiri konflik bersenjata, menyembuhkan luka sosial akibat konflik, dan menciptakan perbedaan agar dapat diselesaikan melalui kompromi, merupakan pekerjaan berat yang harus dilakukan.

Rasa keadilan

Untuk memastikan perdamaian di Aceh bisa langgeng, maka tidak cukup dengan perayaan simbolis dan seremonial semata. Harus ada agenda yang konkret untuk segera diaktualisasikan. Persoalan mendasar di Aceh sebenarnya adalah tercabik-cabiknya rasa keadilan di negeri itu sejak rezim orde lama hingga orde baru. Klimaksnya adalah ketika Hasan Tiro mendeklarasikan GAM dan menjadikan gerakan tersebut untuk melawan pemerintah yang sah. Lalu, alasan historis dan sosilogis pun dibuat sebagai salah satu modal untuk perjuangan. Sejak saat itulah Aceh bertambah gelap.

Karena itu, selimut kegelapan harus segera disibak. Caranya dengan memberi definisi dan kerja-kerja pembangunan perdamaian pasca kesepakatan Helsinki. Untuk itu, dalam waktu dekat ini semua pihak yang terlibat dalam kesepakatan Helsinki harus segera memberikan jalan keluar terhadap keberatan sejumlah pasal UU PA oleh GAM. Jangan sampai hanya gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga.

Ini penting, sebab isu bahwa UU PA tidak sesuai dengan kesepakatan Helsinki telah menjadi milik sebagian besar rakyat Aceh. Karena itu, Aceh Monitoring Mision (AMM) juga CMI yang dipimpin Marti Ahtisaary, Pemerintah RI, dan DPR harus segera menyikapi keberatan GAM dan memberikannya jalan keluar.

Perdamaian yang permanen adalah cita-cita setiap orang. Karenanya agenda untuk perdamaian di Aceh harus dilakukan sepanjang masa. Agar agenda tersebut bisa selamat, maka proses rehabilitasi dan rekonstruksi (BRR) Aceh pasca tsunami dan proses reintegrasi dan rekonsiliasi (BRA) harus dipercepat. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menyentuh hal-hal yang mendasar. Begitu juga reintegrasi dan rekonsiliasi haruslah memastikan bahwa bibit-bibit yang berpotensi untuk memunculkan konflik bersenjata harus dimatikan sedini mungkin.

Badan Reintegrasi Aceh punya tugas dan tanggungjawab yang berat. Misalnya, lembaga itu harus mengindentifikasi dan mendukung struktur yang cenderung memperkuat dan memperkokoh perdamaian agar dapat menghindari berulangnya konflik bersenjata.

Di samping itu, yang patut juga dilakukan adalah memobilisasi rakyat Aceh dalam satu gerakan yang berorientasi kepada semangat perdamaian, keamanan, ketentraman, kenyamanan, toleransi, dan kebajikan. Intinya harus ada sebuah kegiatan yang fokus dan simultan tentang pentingnya gerakan aktif tanpa kekerasan. Tokoh-tokoh panutan di tingkat lokal harus bahu-membahu untuk tidak pernah letih bekerja demi keadilan.

Pemerintah dan DPR kini semakin harus diuji komitmennya untuk membangun Aceh. Desentralisasi dan otonomi khusus bagi Aceh harus dijadikan titik tolak untuk memberi keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh. Karenanya tugas pusat yang paling berat saat ini adalah memperkecil kesenjangan ekonomi antara pusat-daerah.

Sumber: Republika.

(TSG | PIP PKS-ANZ | pks-anz.org)

sumber : http://www.pks-anz.org/

Baca Selengkapnya...

PKS Siagakan Kader untuk Antisipasi Wabah Flu Burung

Jakarta, CyberNews. Meningkatnya wabah flu burung di Jawa Timur dan sejumlah daerah lainnya menggerakan PKS untuk menyerukan para kadernya agar bersiaga mengantisipasi wabah flu burung. Ketua PRAS PKS Jatim, dr Puguh Setio Nugroho mengatakan bahwa pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang komprehensif agar endemik flu burung dapat dibatasi. Harus ada kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan untuk mengantisipasi menyebarnya flu burung di Jawa Timur.

Lebih lanjut, dr Puguh menyampaikan bahwa mestinya bisa dilakukan deteksi dini terkait keberadaan flu burung disuatu daerah sebelum kemudian menyebar menjadi wabah. Menjadi tugas pemerintah untuk melakukan sosialisasi intensif tentang pencegahan, penangulangan serta dampak dari flu burung, khususnya di daerah yang rawan terjangkitnya virus flu burung yaitu daerah yang banyak peternakannya seperti Blitar, Malang, Kediri, Trenggalek, Tulung Agung, Pacitan, Banyuwangi, Pasuruan, probolinggo, dan Ponorogo, serta Kota Surabaya.

Dr Puguh menambahkan, partisipasi masyarakat juga diperlukan utamanya untuk menjadi pelapor apabila ada gejala-gejala endemik flu Burung di daerahnya atau Pro aktif untuk melaporkan bila ada unggas didaerahnya yang mati, serta pro aktif untuk ikut memusnahkan unggasnya apabila sudah terjangkit virus flu burung sehingga tidak terjadi penyebaran virus flu burung yang makin meluas.

Oleh Karena itu, PKS Jatim menyerukan langkah-langkah antisipasi sebagai berikut, yakni pertama melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan di daerahnya untuk mendapatkan informasi-informasi terbaru tentang flu burung, kedua melakukan sosialisasi kepada keluarga dan warga sekitar terkait dengan pencegahan terjadinya flu burung.

Ketiga, menyebarkan informasi berupa brosur tentang pencegahan flu burung dan keempat melalui Pelayanan Rakyat Adil Sejahtera (PRAS) agar mensiagakan kader khususnya di daerah yang rawan untuk melakukan aktivitas preventive and active case finding yaitu langkah antisipasi menyebarnya virus flu burung sebagaimana himbauan dari Dinas Kesehatan Jawa Timur kepada masyarakat.

"Masyararakat diimbau tidak bersentuhan langsung dengan unggas, tidak memelihara unggas di dalam rumah, meningkatkan perhatian dalam menjaga kebersihan ungguas atau kandang unggas, memperhatikan sistem transportasi unggas, meningkatkan kewaspadaan di musim hujan, karena virus makin mudah hidup dan berkembang pada kondisi dingin," ujar dr Puguh dalam siaran pers DPW PKS Jatim, Rabu (23/8).

Dr. Puguh mengatakan bahwa pencegahan yang dapat dilakukan meliputi 3 klasifikasi sebagai berikut yakni pertama pada unggas dapat dilakukan pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung dan vaksinasi pada unggas yang sehat.

Sementara kepada manusia dibagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang) dan masyarakat umum. Kepada kelompok pertama disarankan untuk mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja, menghindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung, dan menggunakan alat pelindung diri (contoh masker dan pakaian kerja).

"Selain itu pekerja harus meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja, membersihkan kotoran unggas setiap hari, dan imunisasi," ujar dr Puguh.
Untuk kelompok kedua, dr Puguh menyarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. Selain itu, para konsumen daging dan telur harus mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu memilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya), dan memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 80°C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 64°C selama 4,5 menit.( mh habieb shaleh/Cn08 )

sumber : http://pksjatim.org

Baca Selengkapnya...

Tiga Anggota DPR Ziarahi Kuburan Massal Tragedi Shabra dan Shatila

PK-Sejahtera Online: BEIRUT—Tiga orang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) yang ikut dalam misi kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) ke Libanon dan Palestina, Suripto, Suryama M Sastra, dan Lutfi Hasan Ishaq, Senin (21/8) mengunjungi kamp pengungsi Shabra dan Shatila. Kamp pengungsi Palestina ini sangat terkenal karena tahun 1982 menjadi ladang pembantaian. Sekitar 5.000 pengungsi Palestina yang ada di dalam kamp yang terletak di kota Beirut itu tewas mengenaskan pada peristiwa itu.

Ketiganya juga menyempatkan diri berziarah ke lokasi kuburan massal tragedi Shabara dan Shatila di dua tempat berbeda. Kuburan pertama terletak di depan pintu masuk kamp. Di sini dimakamkan sekitar 3.500 korban. Dan lokasi kedua terletak di tengah pemukiman. Lokasi kedua tersebut sebelumnya adalah masjid. Namun karena keterbatasan lahan masjid tersebut kemudian diubah peruntukannya menjadi kuburan massal tanpa mengubah bentuk bangunan yang ada. Di lokasi ini sekitar 500 korban di makamkan.

Kunjungan ke kamp-kamp pengungsi Palestina merupakan bagian dari misi kemanusiaan KNRP guna mengetahui kondisi dan kebutuhan para pengungsi. Selain meninjau kamp Shabra dan Shatila, tim KNRP juga mengunjungi kamp pengungsi Burj Barajneh di Beirut, dan sejumlah kamp lainnya di Libanon.

”Di Libanon ini ada 12 kamp pengungsi Palestina yang tersebar dari Utara sampai ke Selatan. Karena jaraknya cukup jauh kita tidak mungkin mendatangi satu per satu. Namun dari beberapa kamp yang kami kunjungi kami sudah mendapat gambaran apa saja yang diperlukan di kamp pengungsian,” kata Suripto, anggota Komisi I DPR, yang juga pimpinan rombongan.

Setelah meninjau kamp pengungsi, Suripto memprihatinkan kondisi lingkungan kamp, yang mirip daerah kumuh di Jakarta. ”Mereka tinggal di gang-gang sempit dengan fasilitas sosial yang sangat minim. Fasilitas kesehatan dan pendidikan untuk pengungsi nampaknya kurang mendapat perhatian,” jelas dia.

Kamp tempat tinggal pengungsi, yang berbentuk rumah susun, kondisinya juga lusuh laiknya bangunan tak terawat. Menurut salah seorang pengungsi, nyaris semua bangunan kamp kondisinya seperti itu. Ini karena ada kebijakan dari pemerintah setempat yang melarang para pengungsi memperbaiki bangunan kamp. Alasannya bangunan tersebut milik pemerintah bukan milik pengungsi. ”Para pengungsi hanya boleh menempati, tidak boleh memperbaiki,” katanya.

Karena kebijakan itu, sejumlah bangunan kamp yang rusak berat oleh tembakan dan bom pada tragedi Shabra dan Shatila dibiarkan berdiri dalam kondisi berlubang di sana-sini. Pengungsi tidak boleh memperbaiki. Pemerintah pun enggan.

sumber : http://pk-sejahtera.org

Baca Selengkapnya...

Saatnya Banten Untuk Semua

PK-Sejahtera Online: Pada edisi kali ini redaksi menurunkan liputan seputar pencalonan Anggota DPR RI Zulkieflimansyah dan artis Marissa Haque oleh PKS, menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk propinsi Banten.

Alhamdulillah, Tabloid Sejahtera DPP PKS kembali hadir dengan meluncurkan Edisi ke-3. Pada edisi kali ini, ruh kemerdekaan yang bergema di penjuru tanah air pada tanggal 17 Agustus lalu turut mewarnai isi dari Tabloid Sejatera ini.

Aksi simpatik tebar 1000 bendera merah putih yang digelar oleh para kader dan simpatisan PKS Jawa Timur, merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengisi hari kemerdekaan. Aksi mereka dapat disimak pada rubrik Liputan Utama.

Lebih jauh tentang kemerdekaan, para pembaca Tabloid Sejahtera dapat menikmati pemaparan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, tentang bagaimana bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan. Pemaparan sebanyak dua halaman tersebut dapat dilihat pada Rubrik Wawancara.

Hal lain yang masih hangat terjadi di kancah perpolitikan tanah air adalah pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik di tingkat propinsi maupun di tingkat walikota atau kabupaten. Salah satunya adalah Pilkada di Propinsi Banten.

Pada edisi kali ini redaksi menurunkan liputan seputar pencalonan Anggota DPR RI Zulkieflimansyah dan artis Marissa Haque oleh PKS, menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk propinsi Banten. Pada rubrik Suara Daerah ini, pembaca Tabloid Sejahtera dapat mengetahui visi dan misi kedua tokoh ini dalam memajukan Propinsi Banten dan apa saja yang telah mereka lakukan untuk memenangkan Pilkada di propinsi yang beribukota Serang tersebut.

Berita lain datang dari Bidang Kewanitaan, dimana beberapa staf Bidang Kewanitaan DPP PKS ke provinsi Kepulauan Riau. Mereka melakukan temu kader dan konsolidasi dengan kader perempuan PKS di provinsi yang terkenal dengan tambang emasnya terebut. Mereka juga melakukan silaturahim dengan tokoh perempuan di sana.

Kiprah PKS di luar negeri menjadi berita yang selalu ditunggu oleh seluruh kader PKS di tanah air. Untuk menghilangkan dahaga informasi para kader akan geliat PKS di negeri seberang, Redaksi menurunkan liputan Kunjungan Ketua Wilayah Dakwah Nusa Tenggara DPP PKS ke negeri Kangguru Australia.

sumber : http://pk-sejahtera.org

Baca Selengkapnya...

PKS Segera Gelar Rapimnas

PK-Sejahtera Online: Tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan Rapimnas ini, yaitu tersosialisasinya hasil kebijakan, keputusan dan strategi yang telah digariskan oleh Pimpinan Pusat ke Pimpinan Wilayah dan tercapainya up-grading kepemimpinan.

Untuk lebih mengoptimalkan peran PKS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, diperlukan konsolidasi yang kuat dikalangan internal PKS, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Oleh karena itu, DPP PKS akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas)

Acara yang mengusung tema “Kokohkan Pembinaan, Tingkatkan Pelayanan dan Raih Kemenangan” ini, akan berlangsung selama tiga hari (25-27/8) di Hotel Century Park Senayan Jakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di lokasi yang sama (28-29/8)

Acara yang dikomandoi oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS, Mardani ini, akan dihadiri oleh lebih dari 400 kader PKS. Mereka adalah pengurus DPP. DSP dan MPP. Selain itu, juga akan hadir utusan dari Dewan Pmpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia dan perwakilan PKS di luar negeri.

Pada hari pertama yang akan berlangsung pada hari Jum’at (25/8), akan hadir Kepala Litbang Kompas, Daniel Dakidae dan Peneliti CSIS, Indra J Pialang. Kedua pengamat politik ini akan tampil sebagai pembicara dalam seminar politik disela-sela acara Rapimnas tersebut.

Ada empat tujuan yang hendak dicapai dalam penyelanggaraan Rapimnas ini, yaitu : Pertama, tersosialisasinya hasil kebijakan, keputusan dan strategi yang telah digariskan oleh Pimpinan Pusat ke Pimpinan Wilayah. Kedua, tercapainya penyatu-arahan sistem dan organisasi dari level pusat hingga wilayah. Ketiga, terserapnya aspirasi dari wilayah dan keempat, tercapainya up-grading kepemimpinan.

sumber : http://pk-sejahtera.org

Baca Selengkapnya...

Pengungsi Palestina dan Pengerahan Bantuan

PK-Sejahtera Online: Rombongan misi kemanusiaan Indonesia di bawah payung Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) tiba di Beirut hari Kamis 17/08/2006 jam 21:30 malm. Mereka terdiri dari 5 orang dokter spesialis yang dikirim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), 3 orang Anggota Legislatif dari Fraksi PKS DPR-RI dan 4 orang relawan dari KNRP, KISPA, PKS, dan PKPU.

Pengungsi Palestina Lebanon berjumlah 400 ribu jiwa atau setara dengan 100 ribu keluarga, dan tersebar sedikitnya pada 16 titik utama dari selatan TYRE Sidon, Beirut, sampai Tripoli di Utara, sampai ke Bekaa di kawasan timur.

Rincian pengungsi adalah sbb :

Rashidiye 22.000 jiwa
Bash 21.000 jiwa
Burju Syimal 18.000 jiwa

Ainul Hulwah 80.000 jiwa
AlMilye wal Miye 12.000 jiwa

Antara TYRE dan SIDON
Alqasimiye 7.000 jiwa
Halul bahr 2.000 jiwa
Kufro biddeh 2.000 jiwa

Burj Barajimeh 18.000 jiwa
Chatilla 10.000 jiwa
Marilyas 2.000 jiwa

AlBadawa 20.000 jiwa
Nahrul Baris 30.000 jiwa

AlJalil 10.000 jiwa

Ada 1 kamp pengungsi Warga Palestina beragama Kristen yaitu di Dubatta di wilayah Jaludib, 5.000 jiwa

Pengerahan Bantuan :
1. Paket Logistik : Kebutuhan pengungsi dapat disajikan dalam bentuk paket untuk satu keluarga (4-5jiwa) senilai $15 (paket 3-4 hari), atau paket $35 (paket 10 hari)

Paket yang terbaik senilai $35, berisi :
Beras, gula, makanan kaleng, keju tradisional, garam, minyak, saus, selai, manisan kacang, ramuan kacang2an (adas dsb utk campuran roti), tissue dan toiletries untuk wanita. Mereka membutuhkan sekitar 45.000 paket...

2. Kebutuhan Ambulan : 12 camp pengungsi Palestina mempunyai klinik tapi tidak ada ambulan. Mereka perlu 10 unit ambulan, di sana harga per unit $30.000

3. Kebutuhan Mobil Tangki Air : Instalasi air di sana rusak berat, sehingga air tidak dapat mengalir ke kamp pengungsian. Diperlukan 5 unit mobil tangki ukuran 20.000 liter seharga $8rb

Semoga kita semua dimudahkan untuk bisa melakukan penggalangan dana untuk saudara kita yang menjadi korban keganasan ISRAEL..... Musuh Allah, Musuh para Rasul dan Musuh Kita semua...

sumber : http://pk-sejahtera.org

Baca Selengkapnya...

Berjalan di Reruntuhan Masjid

Laporan Relawan PKS dari Lebanon

PK-Sejahtera Online: Kami berdoa dihadapan makam mereka, kemudian menjejakkan kaki di reruntuhan bangunan, masjid dan rumah yang menjadi saksi kejahatan perang Israel.

Qana, Lebanon Selatan, Sabtu (19/8). Kota kecil ini hanya berjarak sepuluh km dari perbatasan. Sekarang mereka hidup tanpa air bersih, tanpa listrik, tanpa telepon, setelah pesawat tempur Israel membom rumah, masjid dan semua sarana penduduk sipil. 295 korban jiwa yang tercatat, 40 orang diantaranya berada dalam satu bangunan rumah. Sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Pemakaman mereka baru bisa dilakukan Jum’at (18/8), setelah blokade Israel dibuka. Kami berdoa dihadapan makam mereka, kemudian menjejakkan kaki di reruntuhan bangunan, masjid dan rumah yang menjadi saksi kejahatan perang Israel. “….wa maa naqomuu minhum illa ayu’minuubillahil azizil hamiid…” penggalan surat Al Buruuj itu terngiang-ngiang mengokohkan jiwa tak goyah oleh terik matahari di bumi para suhada. (Suryama, Qana-Lebanon Selatan).

sumber : http://pk-sejahtera.org

Baca Selengkapnya...